Motivator Indonesia Terbaik, Ippho Santosa, Motivator Bisnis, Motivator Dunia, Motivator Sukses

Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Bisnis

Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Bisnis



Sebagai motivator Indonesia, kadang saya mengajak peserta untuk merenung.

Sejenak coba renungkan ini. Sejenak saja:
-  Mengapa manusia dijadikan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa? Supaya saling mengenal. Itulah pesan dari kitab suci.
-  Mau lebih bahagia? Mau panjang umur? Mau murah rezeki? Silaturahim kuncinya. Itulah pesan Nabi Muhammad.
-  Silaturahim, ini tidak main-main. Umat Nabi Nuh sampai-sampai dipersingkat umurnya, gara-gara memutus tali silaturahim dengan Nabi Nuh (Baca Nuh 4).

motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-bisnis

Jelas, saling mengenal dan silaturahim itu mengundang rezeki. Secara iman, kita sudah mengakui itu sejak lama. Namun adakah buktinya secara ilmiah? Ternyata ada. Banyak malah.






Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Bisnis

Tokoh Motivator Indonesia, Motivator Terbaik Indonesia, Motivator Indonesia Terbaik

Tokoh Motivator Indonesia, Motivator Terbaik Indonesia, Motivator Indonesia Terbaik 



Dunia, oh dunia.

Sebagai tokoh motivator Indonesia, seorang peserta seminar motivasi pernah menghampiri saya dan bertanya, "Bolehkah kita cinta dunia?"

Pertanyaan ini saya teruskan kepada peserta yang lain. Apa respons mereka? Sebagian mungkin menggeleng, sebagian mungkin mengangguk, sebagian lagi mungkin langsung keluar dari ruangan, hehehe.

Tokoh-Motivator-Indonesia-Tokoh-Motivator-Dunia-Motivator-Terbaik
Belajar dengan tokoh motivator dunia


Lalu, apa pendapat saya? Menurut saya, yah boleh-boleh saja. Cuma, ada syarat-syaratnya. Sebelum Anda protes, dengarkan saya dulu.

Dan inilah syarat-syaratnya:
-  Kita mencintai dunia sewajarnya, tidak berlebihan.
-  Kita mencintai dunia, karena Allah, bukan karena yang lain.
-  Kita menempatkan Spiritual Love di atas Emotional Love dan Rational Love.

Lebih dari 1000 tahun yang lalu, kitab suci telah menegaskan bahwa dijadikan indah pada mata manusia terhadap wanita, anak, perhiasan, kendaraan, dan properti (QS 3: 14).

Dengan demikian, cinta dunia adalah fitrahnya manusia. Tidak mungkin dihilangkan. Malah kalau dihilangkan, bisa mengundang problema dan dilema. Orangtua, pasangan, dan anak Anda adalah bagian dari dunia.

Tentu saja, Anda boleh dan harus mencintai mereka. Hanya saja, jangan berlebihan. Hendaknya pula, Anda mencintai mereka karena Allah. Sebaliknya, kalaulah sampai kita tidak mencintai mereka, maka surga tidaklah layak bagi kita.

Apa pendapat Anda?



Tokoh Motivator Indonesia, Motivator Terbaik Indonesia, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia 

Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Terbaik Indonesia, Motivator Indonesia Terkenal

Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Terbaik Indonesia, Motivator Indonesia Terkenal



Jadilah motivator terbaik bagi diri Anda sendiri.

Caranya?

Dengan tetap bersemangat.
Menebar semangat.
Mencari ilmu.
Memberi ilmu.
motivator-terbaik-motivator-indonesia-motivator-terkenal-motivator-bisnis
Kendati seruan untuk membaca sudah tercantum dengan jelas dan tegas dalam Kitab Suci, rupa-rupanya minat membaca masyarakat kita masih sangat rendah. Nggak percaya? Kita simak saja data-data berikut ini.

Begini. Pada Maret 2016, dikabarkan Indonesia menempati posisi 60 dari 61 negara terkait tingkat literasi (minat baca). Penelitian ini digelar oleh Central Connecticut State University.

Menteri Pendidikan dan Kebudayan saat itu mengungkapkan, Indonesia hanya satu tingkat lebih baik dari Republik Botswana, sebuah negara di Afrika bagian selatan dalam hal literasi. Duh!

Data UNESCO tahun 2012 menerangkan, indeks minat baca masyarakat Indonesia cuma 0,001. Itu artinya, sangat sedikit penduduk Indonesia yang gemar membaca. Di negara-negara maju, angka ini bisa mencapai 0,45.

Sementara itu, data IKAPI tahun 2010 menunjukkan, ada sekitar 12.000 judul buku baru yang diterbitkan per tahun. Berdasarkan jenisnya, ada lima kelompok, antara lain, buku agama (17,95 persen), buku perguruan tinggi (13,96 persen), buku anak dan remaja (10,36 persen), buku umum (8,67 persen), dan buku pelajaran (4,45 persen). Tak termasuk buku nikah dan buku tabungan, hehehe.

motivator-terbaik-motivator-indonesia-motivator-terkenal-motivator-bisnis

motivator-terbaik-motivator-indonesia-motivator-terkenal-motivator-bisnis

Itulah kebiasaan orang rata-rata. Malas membaca. Kita, kalau mau nasibnya berbeda, yah mesti memiliki kebiasaan yang berbeda. Salah satunya, miliki kebiasaan membaca, terutama membaca buku. Bukan sekedar medsos. Karena memang berbeda dampaknya.

Ilmu itu cahaya. Mereka yang sungguh-sungguh sama ilmu dijamin tidak fakir. Sekian dari saya, Ippho Santosa, motivator Indonesia.




Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Terbaik Indonesia, Motivator Indonesia Terkenal

Motivator Bisnis Indonesia, Motivator Terbaik Indonesia, Motivator Terkenal Indonesia, Motivator Termuda

Motivator Bisnis Indonesia, Motivator Terbaik Indonesia, Motivator Terkenal Indonesia, Motivator Termuda



Sebagai motivator bisnis, kadang saya ingin tahu bagaimana sikap mereka ketika dihadapkan dengan kegagalan. Ya, kegagalan.

Kalau ditanya, kenapa rugi, kenapa bangkrut? Biasanya mulut kita enteng aja menjawab, "Yah, mau gimana lagi? Pesaing main curang. Konspirasi. Kongkalikong. Bersekongkol. Black campaign. Bla, bla, bla."

Yah, enakan ngomong gitu tho? Daripada ngaku:
- "Manajemenku memang nggak becus."
- "Produkku memang nggak keurus."
- "Pikiranku memang nggak fokus."
- "Pelayananku memang nggak bagus."

motivator-bisnis-motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-muslim

motivator-bisnis-motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-muslim


Btw, Indonesia diprediksi tak akan menjadi kekuatan baru, baik di panggung regional apalagi di pentas global. Ini bukan kata saya, melainkan prediksi Profesor Richard Robison dari Australia.

Sambungnya, "Tak terlihat intensi dan kapasitas untuk hadirnya kekuatan baru. Yang bisa mereka lakukan cuma menang debat di forum ini-itu." Anda tersindir? Anda tersinggung? Sama, saya juga.
motivator-bisnis-motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-muslim
Sejurus, saya sempat meradang mendengar analisa dan prediksi yang benar-benar menempeleng itu. Namun sekian detik kemudian, saya introspeksi. Yang sebenarnya, itulah sikap kita yang terbaik, introspeksi. Sekian dari saya, Ippho Santosa, motivator Indonesia.




Motivator Bisnis Indonesia, Motivator Terbaik Indonesia, Motivator Terkenal Indonesia, Motivator Termuda, Motivator Indonesia

Motivator Indonesia Muslim, Motivator Indonesia Islam, Motivator Indonesia Islami

Motivator Indonesia Muslim, Motivator Indonesia Islam, Motivator Indonesia Islami



Di seminar motivasi, kadang saya sebagai motivator bisnis dan motivator kehidupan sengaja mengangkat kisah ini.

PERCAKAPAN GURU DAN MURlD

(MENDINGAN MANA: orang banyak ibadah berakhlak buruk atau tak beribadah berakhlak baik)

"Wahai Guru, manakah yang lebih baik, orang beriman yang banyak ibadahnya tapi buruk akhlaknya, ataukah orang beriman yang tak beribadah tapi baik akhlaknya kepada sesama?" tanya si murid.

"Insya Allah, kedua-duanya BAIK," ujar sang guru sambil tersenyum.

"Kenapa bisa begitu?"
motivator-muslim-motivator-islam-motivator-islami-motivator-terbaik
motivator-muslim-motivator-islam-motivator-islami-motivator-terbaik

"Karena orang yang tekun beribadah, boleh jadi kelak akan dibimbing Allah untuk berakhlak mulia, bersebab ibadahnya. Dan karena orang yang baik akhlaknya, boleh jadi kelak akan dibimbing Allah untuk semakin tekun beribadah kepada-Nya."

"Jadi, siapa yang lebih buruk?" desak si murid penasaran.

Sang guru sambil berkaca-kaca matanya akhirnya menjawab, "KITA, ANAKKU."

"Hm? Kita???"

"Iya. Kitalah Yang Layak Disebut Buruk, Sebab Kita Gemar Sekali Menghabiskan Waktu Untuk Menilai Orang Lain Dan Melupakan Diri Kita Sendiri."

PADAHAL KELAK KITA DI HADAPAN ALLAH, AKAN DITANYA TENTANG DIRI KITA, BUKAN TENTANG ORANG LAIN.




Motivator Indonesia Muslim, Motivator Indonesia Islam, Motivator Indonesia Islami

Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia YouTube

Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia YouTube



Sebagai motivator Indonesia, saya sering mengingatkan peserta. 
Terutama di seminar motivasi dan training motivasi.

Tak semua hal harus ditumpahkan di social media. 
Apalagi cuma keluh-kesah. Buat apa? Hm, buat apa?



Rajin mengeluh hanya membuat otak dan tubuh melemah. 
Teman-teman pun menjaga jarak karena gerah. 

Cukuplah Tuhan-mu yang tahu keluh-kesahmu. 
Tak perlu semua orang tahu.
Share ya kalau setuju.



Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia YouTube, Motivator Indonesia Muda

Motivator Indonesia Sukses, Motivator Indonesia Bisnis, Motivator Indonesia Islami

Motivator Indonesia Sukses, Motivator Indonesia Bisnis, Motivator Indonesia Islami



Membawakan seminar motivasi, training motivasi, atau pelatihan SDM memerlukan pendekatan tersendiri. Ini menurut pengalaman saya sebagai motivator. Dalam organisasi, ini lazimnya bagian dari pelatihan dan pengembangan SDM. Biasanya, materi yang di-request lumayan beragam, mulai produktivitas, efektivitas, efisiensi, target penjualan, perencanaan keuangan, sampai teamwork.

motivator-sukses-motivator-bisnis-motivator-islami-motivator-muslim
motivator-sukses-motivator-bisnis-motivator-islami-motivator-muslim
motivator-sukses-motivator-bisnis-motivator-islam-motivator-muslim
Kendati disebut-sebut motivasi, di sini perlu diketahui, isinya bukan lagi seruan-seruan penuh semangat (motivasi), melainkan inspirasi-inspirasi dan hal-hal teknis dalam mencapai sesuatu. Maka muncullah berbagai tema lain, seperti training perubahan, training persiapan pensiun (MPP), pelatihan tim penjualan, pelatihan otak kanan, seminar pencapaian target, dll.
Menjadi trainer atau tokoh motivator Indonesia, sudah menjadi passion bagi saya, bukan sekadar profesi. Saya pun berusaha menjadi salah satu trainer terbaik, motivator terbaik, atau pembicara terbaik di negeri ini. Bukan saja secara nasional namun juga secara internasional. Dengan izin Yang Maha Kuasa, sekitar satu juta alumni seminar sudah membuktikan itu, di mana seminar saya telah menembus belasan negara di empat benua!
Motivator adalah orang yang selalu belajar. Saya, Ippho Santosa, pernah belajar langsung dengan motivator dunia, seperti Richard Branson, Tony Robbins, Harv Eker, Philip Kotler, dan Nick Vujicic. Sebagian publik pun menganggap saya sebagai motivator Indonesia terkenal dan motivator Indonesia terbaik. Itu sih istilah saja. Yang jelas, saya bukan lagi motivator Indonesia termuda. Kadang saya diminta tampil sebagai motivator sukses (secara umum), motivator bisnis, atau motivator islami.
Buku-buku saya, karena dianggap sangat menginspirasi, akhirnya menjadi viral dan terjual satu juta eksemplar. Saat ini, hanya dua trainer di Indonesia yang telah melampaui angka itu, yakni saya dan Ary Ginanjar. Di Tanah Air, yang sering mengundang saya dan tim adalah kementerian juga BUMN. Di antaranya, Telkom, Pegadaian, BNI Syariah, dll. Semoga bermanfaat. 



Motivator Indonesia Sukses, Motivator Indonesia Bisnis, Motivator Indonesia Islami, Motivator Indonesia